Transformers 2, menurutku ….

June 30th, 2009 Eenx No comments

transformers2 Akhinrya aku berhasil juga untuk mendapatkan tiket Film yang menarik menurut semua orang, Transformer 2 : Revenge of the Fallen.

Walaupun menempati posisi kursi nomor dua dari depan dan menonton dengan kepala agak menghadap keatas, tetapi tidak mengurangi kenikmatan untuk menontonnya.

Film yang tanggung ! itu sih sebuah kata singkat mengenai film ini, mengapa ?

1. Terlalu banyak karakter robot yang ditampilkan bersamaan.

Karakter-karakter robot baik Decepticon maupun Autobot terlalu banyak ditampilkan secara bersamaan, sehingga mengurangi pendalaman pada masing-masing karakter. Jujur saja, sebagai seorang yang tidak pernah tau akan Transformer sebelumnya selain menonton Transformer pertama, aku bingung, siapa saja itu, dan mengapa mereka. Siapa starscream, atau hanya sekedar bertanya, motor-motor robot itu siapa, bah,…. banyak sekali pertanyaan yang keluar.

2. Kisah manusianya terlalu lebay.

Kisah Sam Witwicky ketika masuk kuliah dan percintaannya yang terkesan sangat dipaksakan, serta mengganggu saat dia harus bercengkrama dengan teman-teman barunya. Bahkan ibu Sam dan bapak Sam terkesan sangat lebay, sang Ibu sangat lebay “gila”nya dan sang Ayah terkesan sangat bego. Please deh ah.

3. Alur cerita terlalu cepat dan endingnya ………

Endingnya… gitu aja ? ya cuma gitu aja ? mungkin karena sebelum nonton terlalu tinggi ekspektasiku, jadinya menghasilkan kata-kata Gitu aja ?, hm….. napaknya si-Bay harus lebih memperhatikan kami lagi manusia-manusia yang tidak terlalu kenal karakter Transformer.

Selebihnya, film ini sangat bahkan kalo boleh dibilang super canggih, dengan animasi yang keren, serta action yang gila-gilaan. Dibuka dengan penghancuran sanghai yang membuat nafas berhenti sejenak, hingga adegan gurun pasir yang membuat kita semua berhenti sejenak jantungnya.

Tapi, bagi kamu-kamu yang mendambakan animasi keren dan action yang gila, film ini sangat cocok dan wajib kamu tonton. Tapi kalo kamu mengharapkan alur cerita yang keren dan mengharukan atau menegangkan, mungkin kamu harus turunkan dikit selera sebelum menonton film ini.

Popularity: 1% [?]

Categories: Pemikiran Tags:

Tips menghindari kejenuhan di kantor

June 28th, 2009 Eenx 1 comment

Jenuh! atau lebih dikenal dengan kata “bosan”, adalah hal yang sering kali menghinggapi para pekerja kantoran dengan rutinitas pekerjaan yang kurang dinamis. Maksud kurang dinamis adalah hal yang sama dilakukan berulang-ulang setiap hari.

Kejenuhan tersebut muncul dikala terdapat pemikiran bahwa tidak ada lagi “tantangan” yang memberikan semangat lebih dalam bekerja.

Tidak banyak yang meninggalkan pekerjaannya demi menghilangkan kejenuhan ini dan beralih mencari pekerjaan baru yang “menurutnya” akan memberikan suasana baru. Tapi, apakah itu jalan keluar ? Tentu tidak, karena hal yang terbaik adalah bagaimana kita mengatasi kejenuhan tersebut apabila telah terjadi.

1. Lakukan dengan cara yang berbeda.

Mungkin bisa diawali dengan mengubah rute perjalanan anda. Apabila anda pergi kekantor menggunakan kendaraan pribadi, bisa dengan mengambil rute yang berbeda, walaupun dengan resiko lebih lama tetapi bisa diatasi dengan berangkat lebih cepat. Dengan suasana perjalanan yang berbeda, tentu akan memberikan dampak yang berbeda pula ketika tiba dikantor.

Atau, dengan memberikan sentuhan lain terhadap pekerjaan anda. Beri cita rasa baru terhadap apa yang anda lakukan, misalnya dengan mengubah pola kerja dari 1, 2 ,3 ke 2,3,1 atau sebaliknya.

Banyak hal yang bisa dicoba untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda, mulailah dari sekarang dan jangan takut untuk mencobanya.

2. Lokasi berbeda.

Bila memungkinkan, mintalah pada atasan anda untuk sesekali waktu mengubah letak duduk anda dikantor. Bagi anda yang memiliki pekerjaan rutin, tentu ruangan/set tempat duduk anda terkadang menambah rasa jenuh itu. Namun apabila tidak memungkinkan untuk berpindah lokasi, dekorasi ulang tempat anda bekerja (sebatas wewenang anda), seperti meletakkan foto didekat monitor anda, atau hanya sekedar memindahkan posisi keyboard dan duduk anda.

3. Beda hari, beda tema.

Bayangkan, jika setiap hari yang anda lalui dikantor diisi dengan tema tertentu. Misalnya hari senin 70an, maka anda akan berdandan tujuh puluhan, dan hari selasa hari dimana anda akan melaluinya tanpa kopi. dan seterusnya.

Bila pekerjaan anda mengharuskan anda menggunakan seragam sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan tema pada mode pakaian anda, anda dapat menyiasatinya dengan mode rambut dan sebagainya.

Banyak alternatif untuk memberikan tema pada tiap hari kerja anda.

4. Cutilah untuk satu hari dan manfaatkan semaksimal mungkin.

Cuti! ya cuti yang sebenarnya. Sebelum cuti pastikan tidak ada pekerjaan yang menggantung atau bahkan menumpuk sekembalinya anda bekerja kembali.

Maksimalkan cuti, dan hindari pembicaraan mengenai pekerjaan selama cuti. Nikmati hobi anda yang selama ini terganggu akibat pekerjaan anda. Jadilah anda sesungguhnya.

5. Cintai pekerjaan anda.

Hal yang paling sering membuat kita jenuh adalah karena kita tidak mencintai pekerjaan kita. Hindari pikiran bahwa bekerja karena keharusan, tapi bekerjalah karena itu bagian dari hidup anda, tentu akan dilalui dengan sangat mudah dari hari kehari.

—————

semoga bermanfaat. :)

Popularity: 1% [?]

Categories: Tips Tags:

Teman sejati di kala kerja lembur

June 27th, 2009 Eenx No comments

Mau tau teman sejatiku dikala kerja lembur ? banyak sih, tapi yang pasti adalah dua benda seperti pada gambar dibawah ini :

DSC00538

Segelah kopi, sampoerna mild, serta nuansa musik pop Indonesia yang mendayu-dayu adalah hal yang paling nikmat, kerjaan gak berasa, langsung jreng jreng jreng gitu. Hahahahah.

Popularity: 1% [?]

Categories: Kisah Tags:

Mencicipi Apple Safari Browser terbaru

June 26th, 2009 Eenx No comments

Setelah capek dengan kelambatan Internet Explorer 8 bawaan Windows 7, seperti membuka sebuah tab baru aja butuh waktu sekitar 2 sampai 3 detik, akhirnya aku coba-coba tuk cari browser alternatif selain Opera, Mozilla Firefox, ataupun Chrome, yap, aku cobalah Apple Safari ini. :)

Download tidak memakan waktu lama (kebetulan pake koneksi kantor :D ) jadi agak kencengan dikit, ukuran file setupnya adalah 21,1 MB. Jadi bersiap-siaplah dengan koneksi yang sedikit kencang untuk download.

Okeh, kita lanjut, proses instalasi memakan waktu cepat pula, yang boleh dikatakan lebih cepat dari penginstalan Firefox atau Chrome (kalo chrome kan dia download dulu :D )

Sekarang kita beralih ketampilan, jujur aku belom coba semua fiturnya, ini baru sebatas klak klik disembarang tempat jadi beginilah hasilnya.

apple safari preview

Seperti halnya Opera, atau Chrome yang memberikan preview untuk tiap halaman yang sering dibuka, Safari lain lagi, dia memberikan Top Sites sebagai preview untuk halaman2 awal yang mungkin akan kita buka. Gambar yang menjadi preview sepertinya adalah gambar langsung dari situs aslinya.

apple safari preview1

Address bar yang standar, dengan tombol dengan tanda “plus” dan animasi loading khas apple kemudian tombol dengan tanda “X” untuk menghentikan proses.

apple safari preview 2

Untuk menjadikan halaman yang sedang kita buka sebagai Bookmark, dapat mengklik tombol “+” add to bookmark secara cepat.

apple safari preview 3

apabila kita menekan CTRL+T seperti biasa akan terbuka tab baru, dan lagi-lagi bukan halaman yang sering kita buka yang keluar, tapi adalah Top Sites yang sudah ditentukan oleh Safari (mungkin bisa diubah ya ?).

apple safari preview 4

Ini adalah history nya, berasa lagi buka iTunes deh, atau lagi dalam mode previewnya Finder.

 

Keren? belum, karena aku baru aja install jadi belum explore lebih dalam, yang penting temen-temen tau dulu.

Popularity: 1% [?]

Categories: Pemikiran Tags:

Debat presiden dan penilaianku :)

June 25th, 2009 Eenx No comments

Semua pasti pada nonton deh debat presiden putaran kedua tadi di Metro TV, lebih idup “dikit” daripada debat yang pertama, tapi teteup aja kalah keren sama debat pemilihan presiden mahasiswa di kampus-kampus, tul gak ?

Ada yang menggelitik dari semua debat presiden tadi, ternyata kelihatan siapa yang berbobot dan siapa yang tidak.

Baiklah, aku coba untuk menelaah satu persatu calon presiden yang ada, dan ini murni opiniku dan gak ada kaitannya sama tim sukses calon manapun!

1. Megawati

Terlalu biasa, bahkan untuk calon bupati pun semua jawabannya tadi terlalu biasa. Semua orang bahkan anak SMA yang ngerti politik dikitpun mampu kalo cuma jawab kayak gitu. Wajar aja kalo hasil polingnya paling bontot, karena kita sudah melek nih, bukan cuma fanatik tapi “rasional” gitu loh.

Pertanyaan dan jawaban gak nyambung, bahkan terkesan gak berkelas. Plis deh, ini calon presiden bukan pemilihan ketua OSIS. Kalo cuma modal ngomong dari para pembantu (tim sukses katanya) semua juga bisa ngomong, tapi mbok ya di plintir-plintir dikit omongannya, gak cuma standar gitu. Hah, cukup cukup cukup, ntar dikirain anti-mega lagi.

2. SBY

OK lah, sistematis dan terkesan elegan serta berwibawa. Aku suka jawaban-jawaban yang masuk akal serta analisa yang selalu berdasarkan fakta, bahkan tidak terkesan melebih-lebihkan.

Tapi monoton mendengar jawabannya, seakan-akan ada kesan “terlalu menjaga image”. Tapi overall sangat baik, untuk hasil poling lumayan mendukung deh.

3. JK

Weits, gw suka gaya lo bro, berapi-api, bersemangat, jiwa lo muda banget bro, tapi kayaknya harus lebih terkontrol bahasannya. Canda boleh, tapi mbok ya bermakna, trus akar pembicaraan dan arah bicara harus jelas dong, jangan cuma asal ngalir dan ujung-ujungnya nyentil “atasan” lo sekarang.

Tapi overall better than megawati lah. Ada kesan intelek nya disetiap kata yang diucapkan. Lebih lagi apabila udah ngebahas Wiraswasta ama Ekonomi, bro JK emang jagonya, tapi tolong ya bro JK, agak dikontrol dikit. Ingat!!!! Anda dulu bukan apa2 dibidang politik. :)

—————————————–

So…. aku pilih siapa ?

Gak ada, abisnya gak bisa milih, capek sistem di Indonesia nih, masa perantauan kayak aku gini gak pernah bisa milih. Mo bikin KTP aja susah, gimana mo nyontreng.

Sukses deh buat Debat Capres nya, dan Maju terus Indonesia. :)

Popularity: 1% [?]

Categories: Pemikiran Tags: